Dewasa ini, kita mulai sering lihat iklan lowongan di koran banyak yang memakai bahasa Inggris. Saya pikir gak ada yang salah dengan memakai bahasa Inggris untuk iklan lowongan. Kemungkinan, dalam analisa saya, perusahaan tersebut ingin menyaring kandidat mana yang mengerti bahasa Inggris, mana yang tidak. Kemungkinan kedua, perusahaan tersebut adalah investasi dari investor asing. Jadi, ada kemungkinan orang yang akan dihire akan berhubungan dengan orang asing. Bahasa Inggris adalah bahasa yang paling umum digunakan di dunia.
Masalah mulai timbul apabila bahasa Inggris yang digunakan dalam iklan mulai terdengar lucu. Loh, emangnya saya ini siapa berani-beraninya menilai bahasa Inggris orang lain? Yah, saya ini adalah orang yang sudah pernah mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (English as a foreign language) dan juga TOEFL Institution saya mendapat... yah, sampai 600 lah. Jadi, saya pikir saya cukup qualified untuk menilai bahasa Inggris mereka.
Lagipula, kenapa para pencari lowongan kerja terus yang dinilai? Gimana dengan orang-orang yang menyortir lowongan kerja kita? Siapa yang menilai bahasa Inggris mereka? Padahal, kita bisa lihat bahasa Inggris yang mereka pakai di lowongan kerja itu cukup lucu.
Ada juga iklan lowongan yang cukup jujur. Mereka cukup menempatkan iklan dalam bahasa Indonesia, tapi mereka meminta kandidat agar bisa berbahasa Inggris. Ini lebih jujur daripada sok memakai bahasa Inggris, tapi grammar hancur.
Jadi, lain kali kita melihat iklan lowongan kerja, perhatikanlah bahasa yang dipakai oleh si pemasang iklan. Kalau dia memakai bahasa yang kalian nilai tidak benar, bagaimana dia bisa menilai bahasa Inggris kita, kalau bahasa Inggris kita lebih tinggi?
Tuesday, September 26, 2006
Subscribe to:
Posts (Atom)