Friday, October 20, 2006

Jangan umbar gaji Anda

Ini artikel yang HRD gak ingin Anda baca...  Baca di waktu luang ya, berguna dan menarik deh...

Tulisan ini diterjemahkan oleh Joe Majolelo  dari http://www.asktheheadhunter.com/hasalary.htm

Jangan Umbar Gaji Anda
Oleh Nick Corcodilos

Umur saya 24 tahun ketika memulai bisnis headhunting di Silicon Valley, masih fresh graduate. Waktu masih belum jadi headhunter betulan, saya pergi menengok keluarga saya di liburan Natal tahun lalu. Di setiap pesta liburan yang saya hadiri, saya mendapat perhatian sebagai headhuner dan permintaan saran dan bantuan cari kerja bermunculan. Pada saat itulah saya tersadar: menjadi seorang headhunter itu (walaupun masih “hijau”) asyik sekali. Saya punya teman-teman dengan mudah. Tanpa ragu, orang-orang mulai berbisik pada saya, berbagi hal-hal pribadi tentang pekerjaan mereka. Yang mengejutkan buat saya adalah: orang-orang menyampaikan berapa gaji mereka.

Siapa bilang gaji saya itu urusan Anda?

Begini, saya dibesarkan di keluarga pekerja. Entah itu dikarenakan rendah hati atau semata-mata adat sosial di lingkungan, orangtua saya tidak pernah mengatakan berapa uang yang mereka dapat dari pekerjaan. Malah, orangtua saya mengajarkan untuk tidak pernah memberitahukan pendapatan saya ke orang lain. Pendapatan kamu itu hal yang pribadi, dan jangan kamu menilai orang berdasarkan uang yang dia dapat. Itulah peraturannya.

Dewasa ini, orang-orang masih ingin mengatakan pada saya berapa pendapatan mereka. Mungkin mereka pikir setiap pembicaraan dengan saya akan berujung pada interview, dan dalam interview Anda harusnya mengatakan berapa gaji Anda. Lagipula, salah satu dari hal-hal pertama yang diminta di lamaran pekerjaan adalah detail riwayat gaji Anda. Para perusahaan biasanya ingin melihat bagian pendapatan ini. Ketika mereka menawarkan Anda pekerjaan, Anda diharuskan menandatangani pernyataan tentang gaji terakhir Anda. Dan, seperti baisanya juga, orang buka-bukaan berbagi informasi yang bukan urusannya.

Memang, bisa diperdebatkan bahwa pendapatan Anda memang menunjukkan Anda apa adanya. Tetapi, ketika Anda mulai negosiasi untuk pekerjaan baru, apakah Anda ingin penilaian perusahaan Anda didahului oleh praduga sebelumnya tentang Anda dengan menceritakan berapa bayaran Anda sebelumnya? Apakah benar bahwa soal berapa uang yang Anda dapat adalah urusan perusahaan penawar pekerjaan?

Biarkan mereka nilai Anda apa adanya: bertahanlah

Dalam pandangan saya, gaji Anda adalah standard yang tidak ada hubungannya dengan seberapa berharganya Anda di luar lingkup pekerjaan Anda. Beberapa orang mungkin mau mencekik saya untuk pernyataan di atas, tetapi sebelum Anda memasang sarung tangan Anda, tolong baca lebih lanjut lagi.

Perusahan Anda membayar Anda untuk seberapa berharganya Anda bagi dia, berdasarkan seberapa mampunya dia membayar Anda. Jika kompensasi seseorang itu adalah standard ukuran yang sebenarnya untuk mengetahui nilai dari seseorang, tidak akan ada orang yang akan mendapatkan kenaikan gaji 20 persen ketika berganti perusahan. Dia hanya mendapatkan apa yang dia tadinya sudah dapatkan, atau mungkin peningkatan setara dengan apa yang mungkin bisa diberikan oleh perusahaan yang sekarang. Jika gaji memang standard ukuran yang sebenarnya, dia akan bersifat obyektif, dan peningkatan yang diberikan tidak akan berarti bagi perusahaan.

Tapi bukan begitu caranya. Nilai Anda bergantung pada kebutuhan dan penilaian “pembeli”, dan pada kemampuan membeli si “pembeli” itu. Itulah makanya seorang pekerja engineer yang sudah memiliki pendapatan $76k per tahun bisa mendapatkan penawaran $95k untuk pindah pekerjaan – perusahaan yang baru memiliki kebutuhan yang bernilai $95. Selama perusahaan yang baru mendapatkan apa yang dia harapkan dari $95k, dua-duanya jadi senang. Kecuali perusahaan yang ditinggalkan, tentunya.

Sekarang kita masuk ke pembahasan yang rumit. Jika nilai Anda sebenarnya adalah berdasarkan penilaian kebutuhan, kenapa perusahaan-perusahaan ingin tahu dengan berapa gaji Anda di pekerjaan Anda sebelumnya? Pertanyaan yang bagus, dan pertanyaan inilah yang sering ditanyakan ke saya oleh mereka yang bingung ketika joki karyawan ingin tahu riwayat gaji mereka.

Bisnis yang ditangani dengan baik dan penuh tanggung jawab harusnya tidak perduli dengan gaji Anda. Apa yang penting bagi perusahaan adalah seberapa jauh kemampuan Anda dalam memenuhi kebutuhannya; berapa banyak yang dia bisa bayar kepada Anda dan seberapa banyak keuntungan proyek yang bisa Anda hasilkan. Penilaian seperti ini mengharuskan perusahaan mengevaluasi Anda dengan hati-hati dan dalam hubungannya dengan bisnisnya, bukan dalam hal lain yang lebih penting untuk orang lain. Begitu perusahaan memutuskan berapa nilai Anda, negosiasi bisa berjalan dengan cara yang rasional. Perusahaan yang pintar tidak akan pernah member Anda berdasarkan peniliaian orang lain, karena nilai itu relatif.

Itulah kenapa tidak ada satu alasan pun untuk memberitakan berapa gaji Anda di perusahaan Anda yang dulu. Semata-mata karena itu tidak penting karena tidak relevan.

Survey gaji menyusahkan perusahaan

Nah, beberapa orang mungkin berpendapat bahwa perusahaan harus tahu berapa banyak yang dikeluarkan perusahaan lain untuk ketrampilan tertentu, kalau perusahaan itu ingin kompetitif.

Salah. Penggunaan survey gaji SDM malah bisa menghambat usaha perusahaan untuk kompetitif karena survey ini mengarahkan penawaran kerja menjadi rata-rata. Jika Anda ingin memperkerjakan yang terbaik – bukankah perusahan-perusahaan begitu harusnya? – Anda harusnya mencari ujung lengkungan, atau keluar dari lengkungan. Anda tidak ingin memperkerjakan – atau membayar – pekerja rata-rata.

Kontroversi mutakhir tentang kekurangan tenaga kerja IT membuktikan hal di atas. Majalah industri teknologi informasi Computerworld melaporkan bahwa para IT Manager di beberapa perusahaan menghentikan proses pencarian kerja di departemen HR ketika mereka menyadari para kandidat yang baik malah hilang karena HR mendasarkan pekerjaan mereka pada “skala bayaran standard industri”. Skala ini –yang menggambarkan trend pergerakan ke belakang bukannya nilai pekerjaan kandidat – merupakan cara penilaian yang buruk tentang berapa nilai dari sebuah kandidat pekerjaan di pasaran yang kompetitif.

Logika yang payah bisa menyusahkan

Lepas dari masalah survey, ada sebuah alasan kenapa Anda itu tidak seharusnya memberitakan gaji Anda ke perusahaan yang baru. Dua malah sebenarnya. Yang pertama adalah hal itu pribadi dan bukan urusan orang lain. Itu adalah hal yang confidential. (Bayangkan kalau perusahaan itu mengevaluasi penawaran dari sebuah perusahaan konsultan, dan menanyakan perusahaan itu berapa bayaran klien yang lain untuk layanannya). Perusahaan itu harusnya malu mencoba mengorek keadaan financial Anda, dan malu dengan mengakui bahwa mereka memberikan penilaian terhadap Anda berdasarkan peniliain perusahan lain, bukannya mengevaluasi dan menilai diri Anda sendiri.

Alasan kedua Anda kenapa Anda tidak seharusnya memberitakan gaji Anda ini lebih penting. Begitu Anda membuka dan mengekspos gaji Anda, semua amunisi Anda untuk negosiasi lenyap seketika karena kerendahan hati Anda. Perusahaan sekarang pegang kartunya. Terlepas dari potensi nilai Anda terhadap perusahaan ini, dan terlepas dari kemampuannya untuk membayar Anda, memberitakan riwayat gaji Anda akan membatasi kemampuan Anda untuk negosiasi. Yang terjadi selanjutnya tidak lain hanyalah logika yang payah: “Kamu akan mendasarkan nilai Anda pada nilai Anda bagi orang lain”.

Dan tiba-tiba, ketrampilan Anda dan penilaian dan kebutuhan perusahan harus patuh pada survey gaji. Kemampuan perusahaan untuk membayar Anda berdasarkan nilai Anda bukan lagi jadi masalah sekarang. Malah, perusahaan akan mundur dalam hal negosiasi. Perusahaan akan melepas hak prerogatifnya untuk menilai seberapa berharganya Anda berdasarkan peniliaian gaji dari perusahaan di mana Anda ingin lari: perusahaan Anda yang terdahulu. Mungkin yang paling ironis, perusahaan yang baru mempercayai peniliaian terhadap Anda berdasarkan pesaingnya. Dalam memberitakan penilaian orang lain terhadap diri Anda, Anda mencekik nilai Anda sendiri dan pertumbuhan pendapatan Anda.

HR Manager akan teriak, “Kalau kita tidak menggunakan semacam skala gaji standard dan memastikan kelangsungan kompensasi seseorang, harga pekerja-pekerja yang baru akan meroket dan kompensasi malah jadi gratis untuk setiap orang!”

Mungkin saja, atau mungkinkah? Apakah maksud Anda kompensasi yang meroket untuk dokter-dokter dan para pengacara sebelum kedua profesi ini dibolehkan mengiklankan layanan mereka dan bersaing secara terbuka? Sudah diperdebatkan bahwa pendapatan profesi lain – engineer, akuntan, software developer – harusnya mendekati rata-rata doker dan pengacara. Mungkin itu terjadi, kalau saja bukan karena batasan pendapatan oleh survey gaji yang biasa digunakan departemen HR. (Oh iya, dokter-dokter sekarang hidup dan mati dalam batasan itu juga, hanya saja dalam bentuk batasan bayaran mereka oleh perusahaan asuransi). Tapi yang lebih memungkinkan, kalau pendapatan semua profesi itu meroket, mereka pada akhirnya akan dikendalikan oleh pasar. Penetapan harga yang kita ketahui sekarang ini – dalam bentuk “skala gaji industri” – akan memberi jalan pada gaji yang
dinegosiasi berdasarkan nilai seseorang yang sebenarnya bagi perusahaan tertentu.

Sebelum masanya profesi Anda membentuk sebuah kesatuan yang berkonspirasi untuk menetapkan harga layanan Anda, saran saya hentikan bantuan Anda dan jangan lanjutkan bantuan kejahatan penetapan harga oleh perusahaan. Jangan matikan kartu Anda secara premature dengan membatasi kompensasi negosiasi.

Jangan mengaku, bernegosiasilah

Tidak ada peraturan yang mengatakan bahwa Anda harus mengatakan riwayat gaji Anda, atau bahwa Anda harus membolehkan pendapatan Anda ke depannya harus dibatasi oleh pendapatan Anda di masa lalu. (Kecuali, tentunya, jika Anda menandatangani pernyataan pekerjaan yang mengharuskan Anda seperti itu. Berhati-hatilah: penerimaan sebuah penawaran pekerjaan membuat Anda terikat pada term-term manual kebijakan secara otomatis, dan ini membuat Anda harus menghasilkan riwayat gaji). Juga tidak ada peraturan yang mengatakan Anda harus membantu perusahaan untuk bernegosiasi melawan Anda sendiri. Jadi, apa yang harus Anda lakukan ketika dihadapkan dengan perusahaan yang menghendaki riwayat gaji Anda dan detail bayarannya?

Tolaklah. Sebagai gantinya, dengan sopan dan tegas katakan keinginan jangkauan gaji yang Anda inginkan untuk pekerjaan itu. Ringankanlah diri Anda sendiri dan dirikanlah hal ini di awal diskusi pekerjaan yang serius dengan perusahaan itu. Ingat bahwa nilai Anda akan bervariasi tidak hanya berdasarkan letak tempat, tetapi juga antar perusahaan: beberapa akan lebih membutuhkan Anda daripada yang lain dan akan menilai Anda lebih tinggi berdasarkan bagaimana mereka menempatkan ketrampilan Anda. Nilai Anda juga akan bergantung pada seberapa baik Anda bisa mengidentifikasi nilai Anda dan menyampaikannya. Tentu saja, ini menempatkan tanggung jawab pada Anda untuk melakukan riset yang serius, pemikiran yang hati-hati dan perencanaan presentasi berbasis keuntungan yang solid untuk perusahaan. (Menjadi orang yang melawan arus itu memang susah). Anda harus bisa mengendalikan
sepenuhnya kasus Anda, dan mencari justifikasi terhadap pernyataan Anda terhadap kompensasi yang harusnya Anda bisa dapatkan.

Harap diingat, saya tidak menyarankan Anda untuk jadi kasar atau konfrontal. Saya yakin cara yang terbaik untuk mengatakan “tidak” pada permintaan riwayat gaji adalah: “Saya yakin nilai seorang [engineer, sales rep, akuntan, programmer] bergantung pada ketrampilannya, tapi juga bergantung pada bagaimana ketrampilan tersebut meguntungkan perusahaan. Begitu juga, nuansa kerja [engineering, dll] bervariasi di antara perusahaan, dan saya percaya kompensasi saya harusnya didasarkan pada pekerjaan tertentu. Saya tidak berharap Anda membayar saya lebih dari nilai saya bagi Anda. Saya mengerti Anda punya Anggaran; saya minta Anda menghargai bahwa saya memiliki jangkauan gaji untuk pekerjaan ini. Saya ingin meluangkan waktu dengan Anda untuk membicarakan pekerjaan yang saya siap untuk lakukan, dan apa nilai dari pekerjaan itu bagi masing-masing
kita.”

Jelaskan “Policy”nya

Anda mungkin mendapati joki karyawan yang angkuh (dan beberapa manajer pencari tenaga kerja yang ofensif) akan tetap mendesak agar Anda membuka rahasia Anda. Di situlah Anda harus menarik garis dengan cara Anda sendiri. Seorang pembaca Ask The Headhunter menawarkan perisai – dan sulit untuk ditembus. Dengan sopannya ia menjelaskan, informasi gajinya terikat secara perjanjian confidential yang dia tandatangani dengan perusahaan yang sekarang (atau yang dulu). “Saya tidak diizinkan untuk memberitakan termin-termin perjanjian pekerjaan saya. Termasuk di dalamnya soal kompensasi.” Bacakan perjanjian pekerjaan Anda sendiri, atau manual karyawan perusahaan Anda, dan Anda mungkin akan mendapati bahwa beberapa informasi tertentu termasuk gaji adalah “confidential perusahaan”. Mudahnya, Anda tidak diizinkan untuk bercerita pada siapa pun tentang berapa bayaran Anda oleh perusahaan. Birokrat saja mengerti soal ini.

Terlepas dari bagaimana Anda membentengi diri Anda sendiri, kunci dalam menciptakan deal kompensasi yang rasional membutuhkan agar Anda dan perusahaan Anda untuk menjauh dari survey dan lekungan dan focus pada pekerjaan dan Anda itu sendiri. Memang, perusahaan mungkin akan memulai dengan mengevaluasi survey gaji industri, dan Anda mungkin melakukan hal yang sama. Tapi, ini hanyalah alat statistic untuk membantu Anda melakukan pe er Anda – bukan alat pembuat keputusan yang membatasi negosiasi Anda.

Pasang Baju Pelindung Anda

Dari sudut pandang financial, yang penting dalam setiap negosiasi pekerjaan apa pun adalah anggaran perusahaan dan jangkauan gaji yang dipersyaratkan kandidat. Apa pentingnya riwayat gaji Anda, jika Anda tidak ingin menerima pekerjaan yang kurang dari $X?

(Betul, Anda bisa membaca yang tersirat dan mendapati bahwa pendekatan ini juga berguna ketika Anda siap untuk menerima bayaran lebih kecil daripada yang sudah Anda dapatkan selama ini dan tidak ingin perusahaan tahu bahwa Anda memang bersedia menerima potongan itu).

Gaji yang Anda persyaratkan adalah satu-satunya informasi gaji yang sepatutnya diketahui sebuah perusahaan. Menjadi hal yang ironis berganda bahwa banyak perusahaan tidak bersedia memberikan jangkauan gaji yang mereka keluarkan.

Beberapa perusahaan akan menahan langkah Anda ketika Anda menolak memberikan detail gaji, atau jika Anda menolak mengisi formulir riwayat gaji. Di beberapa kasus, Anda akan ditolak karena kebijakan HR perusahaan. Di saat lain, pendirian Anda akan dipandang sebagai konfrontasi daripada koperatif.

Yang saya sarankan di sini adalah melawan arus dan beresiko, dan ini berpotensi untuk membuat Anda dicap sebagai “kandidat yang bebal”. Tapi sebenarnya pentingkah untuk membuat gaji Anda itu confidential? Tidak, kalau Anda menyadari bahwa perusahaan jarang berbagi informasi yang Anda inginkan. (Bayangkan Anda dengan sopan menjelaskan bahwa Anda akan berbagi riwayat gaji Anda jika perusahaan akan berbagi gaji setiap orang di departemennya. Dalam konteks itu, kenapa itu bisa dianggap tidak masuk akal, tidak sopan atau konfrontasi?) Apa yang kita hadapi di sini adalah konvensi, bukan nalar yang baik atau bisnis yang bagus. Penggantian konvensi memang tidak mudah.

Jaga nilai Anda

Maukah Anda mengambil resiko? Jangan salahkan saya jika Anda tidak mau, terutama jika sekarang ini Anda tidak memiliki pekerjaan, atau Anda tidak memiliki tawaran yang lain. Tapi saya tidak ingin membuat Anda berpikir keras tentang seberapa besar proses perusahaan dalam mencari karyawan yang tanpa dipikirkan bisa merubah kesempatan kerja yang harusnya mengikat malah menjadi negosiasi satu sisi di mana katrol Anda dibatasi oleh sepotong informasi confidential.

Paling tidak, jika Anda memutuskan untuk terus jalan dan memberikan riwayat gaji Anda, pikirkanlah untuk membuat pernyataan tegas tentang jangkauan gaji yang Anda persyaratkan. Dan tambahkan bahwa perusahaan tidak ingin membuang waktunya atau waktu Anda jika dia tidak bisa membuat penawaran dalam jangkauan itu.

Kalau perusahaan menempatkan terlalu banyak penekanan dengan menggunakan riwayat gaji untuk menilai Anda, itu adalah alasan yang murahan dan tidak professional untuk menghindari kesempatan untuk duduk bersama dengan Anda dan menentukan berapa nilai Anda. Analisa sejati nilai Anda membutuhkan kerja sama dan kemauan baik. Ini membutuhkan diskusi yang intelijen dan terbuka tentang seberapa bernilainya sebuah pekerjaan – bukan berapa nilai Anda di perusahaan lain.